Nonton Film Indonesia

    Sebetulnya sudah agak lama aku kenal youtube yang temen-temen bilang bisa nonton film-film Indonesia atau acara-acara Indonesia seperti Indonesia Idol. Tapi waktu itu mungkin belum pengin aja dan mungkin juga lebih tertarik untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Namun sejak seminggu ini, manakala si Adna sudah masuk sekolah lagi dan tinggallah aku sendiri dengan seabrek rutinitas pekerjaan rumah tangga keinginan untuk nengok film-film Indonesia di youtube jadi tinggi. Untungnya tidak ada tuntutan apakah pekerjaan rumah tangga itu harus segera selesai apa tidak, asal yang paling penting tetap harus menjaga tersedianya makanan, beberes (kalau gak ada tamu bisa beberes sekedarnya :-)….) , antar jemput adna dan ngajak main dia kalau dia udah pulang.

     So, lumayanlah film-film itu bisa menjadi obat kangen dengan kampung halaman. Dan yang lebih mengejutkan ternyata film-film Indonesia sekarang (setelah AADC) bagus-bagus. Setidaknya dari dua film yang kuntonton seperti Brownies dan Ungu. Apalagi film Ungu, waduh aku bener-bener suka. Film drama percintaan yang menyentuh dengan acting yang gak jelek-jelek amat. Terus nuansa penumpahan emosinya betul-betul menarik. Dari setting gambar yang diambil, wah ternyata Jakarta gak kalah jauh dibanding dengan setting-an Manhattan..kek..kekek….terus setting musik dan dialog-dialognya udah mulai lebih dewasa. Cuma satu yang aku kaget (wuih dasar gak ‘gaul’) udah banyak yah profesional2 muda Jakarta yang tinggal di apartemen-apartemen. Dari apartemen yang sederhana sampai yang mewah. Hihhi jadi udah mulai nih mendekati background film Hollywood.

       Dan emang Mira Lesmana masih perlu diacungi jempol, film Ungu ternyata juga salah satu garapannya. Untuk film Brownies, juga udah mulai penumpahan cerita yang sedikit lebih dewasa. Paling enggak, tokoh-tokohnya gak hanya mamerin harta ortunya tapi mereka juga kerja dan berkarier. Cuma sebel juga, emang banyak yah orang-orang Jakarta yang jadi ke-barat2an gitu ngomongnya. Perasaan lawan bicaranya sesama Indonesia deh. Atau mungkin doi lagi belajar ngelancarin bahasa Inggrisnya?.

         Tapi ada film yang menurutku super jelek. Yaitu Belahan Jiwa. Waduh-waduh ternyata produsernya emang gak jauh-jauh dengan produser sinetron-sinetron Multivision. Mungkin tuh orang tadinya punya ide yang lumayan kreatif, yaitu ingin membuat  film berlatang belakang psikologi. Atau mungkin dia abis baca bukunya Sibil seorang yang punya multikarakter gara-gara diperlakukan tidak baik oleh orangtuanya. Tapi kenapa jadi filmnya kehoror-horor-an gitu sih..! sebel banget aku nontonnya. Emangnya konsumen indonesia maih suka yang serem-serem gitu. Kalau mau bikin film serem yah thriller sekalian, tapi aku udah mulai ogah dengan thriller-thriller yang cuma ngedepanin sisi tegangnya tanpa ada jalur cerita yang jelas dan bagus. Dan di film ini rasanya unsur mengada-adanya banyak banget. Apalagi acting si cowoknya yang aduh bikin tambah burem aja deh.
      Oke deh, back to real life…..masak, nyetrika, nyuci…etc…

Leave a Reply