Puasa? ya….tidak…

    Begitulah setiap kali memasuki bulan Ramadhan sedangkan kondisi badan lagi hamil atau menyusui, selalu resah untuk memilih berpuasa atau tidak. Para Ulama memang semuanya sudah sepakat bahwa  wanita hamil atau menyusui tidak diwajibkan untuk berpuasa. Dengan didasarkan pada QS. Al-Baqarah : 184. Tapi emang mesti dibayar. Nah bentuk-bentuk bayarnya ini beberapa Ulama konon berbeda pendapat.

    Sebagian mengatakan wanita hamil dan menyusui dikategorikan sebagai orang sakit sehingga cara pembayarannya adalah dengan qadha’ di hari lain. Sedangkan ulama yang lain berpendapat bahwa bumil dan bu sui itu dimasukkan dalam kelompok orang yang tidak mampu berpuasa. Jadi seperti orang lanjut usia dan kaum dhuafa yang harus bekerja keras sepanjang tahun (misal kuli bangungan, tukang becak), sehingga pembayarannya dengan fidyah. Sedangkan kelompok ulama yang lain berpandangan bahwa pembayarannya itu tergantung motivasi sang Ibu ketika dia memutuskan untuk tidak berpuasa. Jadi kalau motovasinya karena mengkhawatirkan kondisi bayinya maka hukumnya seperti orang yang tidak mampu berpuasa sehingga pembayarannya hanya dengan fidyah. Tapi kalau yang dikhawatirkan diri sendiri maka hukumnya seperti orang sakit yang berarti harus membayar qodho puasa.

       Dulu pengalamanku hamil pertama, aku hampir total tidak berpuasa. Puasa waktu itu hanya beberapa hari pertama dan karena waktu itu usia kandungan masih pada trisemester pertama jadi pas puasa justru muntah-muntahnya makin hebat. Dan ada kekhawatiran pula jika berpuasa maka asupan cairan akan berkurang padahal itu sangat penting untuk peredaran sari-sari makanan ke janin. Jadi meskipun makan banyak pas malamnya tapi terkadang untuk minum banyak-banyak sudah tidak kuat lagi. Jadi aku memutuskan untuk tidak berpuasa. Dan aku hanya membayar fidyah, tidak qodho.

           Begitupula ketika menyusui Adna. Menyusui tahun pertama seingatku juga tidak puasa sama sekali karena full ingin menyusui Adna. Dari beberapa pengalaman orang lain yang mencoba berpuasa saat menyusui membuat ASI encer, tidak enak, bahkan cenderung membuat bayi mencret. Tambahan lagi saat itu aku kuliah di Uni yang memakan waktu 2 jam perjalanan dan bolak balik jadi 4 jam. Kondisi fisik rasanya juga tak memungkinkan. Pernah mencoba puasa dan akhirnya jatuh sakit.  Setelahnya aku juga bayar hanya dengan fidyah. Baru pas tahun ke-2 aku coba untuk berpuasa karena Adna sudah besar.

              Baru tahun kemarin bisa puasa tanpa gangguan "panggilan tugas seorang ibu". Nah tahun ini kembali aku menjalankan " tugas ibu" yaitu hamil. Dan sekarang sudah memasuki minggu ke 27. Janin sudah cukup besar. Kembali keresahan menghantui antara ingin berpuasa atau mengambil keringanan itu. Banyak referensi yang aku baca bahwa berpuasa saat hamil sama sekali tidak berbahaya terutama untuk kehamilan di atas 5 bulan, sang ibu tidak mengalami gizi buruk, tidak diabetes, atau tidak hipertensi. Tapi terkadang masih ada kekhawatiran tersendiri. Apalagi jika malamnya karena kelelahan lebih banyak tertidur daripada makan dan minum yang cukup.

        Hari pertama aku mencoba berpuasa. Alhamdulillah tidak ada yang aneh. Si baby anteng2 aja dan tetap aktif bergerak-gerak. Aku bahkan masih tetap beberes rumah yang seperti kapal pecah gara-gara hari sabtu kami tinggal bepergian. Belum lagi ada tamu yang membuatku harus memasak dan membuat makanan kecil (tamuku non muslim). Meski tamuku menolak untuk makan dan minum, tapi aku sudah terlanjur masak. Walhasil ketika dia pamit pulang, dan jam baru menunjukkan pukul 5 sore tandanya masih 2 1/4 jam lagi berbuka aku mendadak teler. Lemes dan ngantuk berat. Aku usahain tidur, tapi si Adna ingin diajak main. Ya sudah aku baca-bacakan buku sambil mata setengah memejam. Adna berulangkali protes kalau aku ketiduran. Akhirnya aku menyerah dan meminta Adna nonton TV, dan aku jadi terlanjur gak bisa benar-benar tertidur. Tapi tetap aku usahain berbaring.

          Pas berbuka kaget banget melihat nasi yang baru aku masak tadi pagi sudah sedikit basah. Wah pertanda sebentar lagi basi. Berhubung sudah lapar berat akhirnya kita nekat makan juga. Dan aku hanya mampu makan sedikit. Akhirnya hari kedua aku putuskan untuk tidak berpuasa. Meski ikutan makan sahur dengan mas nano, tapi aku niatkan untuk tidak berpuasa karena mau recovery membayar kekurangan asupan gizi kemaren. Anehnya memang hari ini aku jadi bolak balik makan….hehhehehhe

            

Leave a Reply