Lebaran

    Alhamdulillah lebaran sampai juga. Dan ini adalah lebaran ke-5 ku tanpa sanak keluarga di Indonesia. Untung saja meskipun tak sempat berkumpul di tengah-tengah keluarga tapi kebahagiaan lebaran Insya Allah meskipun hanya secuil masih tetap menyelimuti hati ini.

   Paling tidak aku bersyukur karena meski tinggal jauh di negara yang mayoritas non muslim, tapi masih ada teman-teman, sahabat, dan tentu saja saudara-saudara muslim yang masih memiliki semangat serta kepedulian untuk tetap menghangatkan suasanan Lebaran. Tahun berganti tahun alhamdulillah Allah tak habis-habisnya mengirimkan orang-orang kreatif yang membuat suasana lebarang menjadi ceria. Dulu ada Eli dkk mahasiswi IKIP Bandung yang sedang menjalani tugas Au Pair, mereka kreatif juga. Mereka pernah tampil untuk bernasyid ria, terampil membantu tugas-tugas konsumsi dan membatu tugas-tugas lain.

   Juga pemuda-pemudanya ada Sofyan, Prio, Pram, Rico, dll. Acara kuis keluarga yang dipandu Eli dan Sofyan sebagai MC-nya juga selalu segar karena mereka kompak sekali. Atau pasangan MC kompak dan jenakan lainnya seperti Pipit dan Adek. Prio juga berbakat menyusun acara, membuat cerita panggung boneka, hingga membuat VCD Idul Fitri. Makanya rasanya sedih sekali ketika satu persatu mereka balik ke tanah air, rasanya Muenchen kembali sepi. Kadang datang kekhawatiran bagaimana nanti acara lebarannya, siapakah yang akan menghandle semuanya?. Sedangkan aku sendiri masih merasa belum sekreatif mereka dalam membuat acara-acara lebaran.

     Tapi ya mungkin Allah mendengar kekhawatiran ini,sehingga bagaikan musim yang silih berganti hadir dengan suasana yang nyaris sama, demikian pula orang-orang pun silih berganti hadir mewarnai kegiatan lebaran di muenchen. Orang-orang yang datang berikutnya ternyata juga tak kalah punya kreatifitas sendiri. Dulu permaianan alat musik selalu diisi oleh Pak Wijaya Sekar dengan gitar atau keyboardnya, sekarang beliau tidak di sini masih ada Vinda yang dengan cekatannya mengcover background musik. Sebagai MC ada Ega dan Ninit. Begitu pun para pemuda atau kaum laki-lakinya yang baru-baru juga oke dalam mempersiapkan acara-acara lebarang.

       So special thank’s untuk teman-teman yang sudah susah payah menyiapkan semuanya sehingga lebaran menjadi berkesan. Mungkin tidaklah begitu penting bagi kita yang sudah banyak mendapat kenangan lebaran di Indonesia, tapi bagi anak-anak kita hal ini menjadi moment yang sangat-sangat penting. Bagaimana membuat mereka semakin senang dengan identitas ke-Islamannya yang tentu saja tidak melulu diwarnai kegiatan ritual ibadah namun juga ada keceriaan khas masa kanak-kanak.

Leave a Reply