Archive for December, 2006

Dan masih menunggu…..

Tuesday, December 26th, 2006

        Ya, meski sudah memasuki tanggal yang diperkirakan-26 Desember (berarti 40 minggu usia kehamilan)- tapi rupanya si baby masih betah berlama-lama di rahim Mamanya. Kelahiran adalah takdir sehingga sulit sekali untuk diprediksi. Mungkin ada berbagai cara yang sepertinya adalah suatu rekayasa kelahiran. Seperti mungkin permintaan cesar yang diatur sedemikian rupa sesuai tanggal yang diinginkan. Atau proses induksi untuk kelahiran normal yang direncanakan. Namun mungkin itu adalah bagian dari takdir juga. Yah takdir bahwa sang anak dilahirkan pada jam dan detik itu dengan cara ‘non alamiah’.

         Yah bagaimana pun kelahiran alamiah semoga tetap menjadi pilihan terbaik terutama bagiku meski untuk itu harus menunggu dan menunggu. HAri jumat lalu saat periksa ke dokter rasanya hati ini sedemikian girangnya manakala sang dokter bilang bahwa kontraksi sudah ada dan mulut rahim telah membuka 1 jari. Namun prosedur tetap berlaku bahwa ke RS hanya jika kontraksi sudah tak tertahankan lagi dan sudah sangat beraturan 5 menit sekali atau air ketuban yang sudah keluar. Namun sampai 4 hari berlalu yaitu hari ini, kembali kami pergi ke RS untuk mengontrol kondisi kehamilan. Dan rupanya masih belum ada tanda-tanda si baby mau keluar hari ini. Jantungnya masih normal bahkan si baby masih terhitung sangat aktif bergerak dan kontraksi apalagi pembukaan rahim masih belum berlanjut menjadi lebar.

     Dan kami pun masih pasrah untuk menunggunya….

Hari-hari akhir ibu hamil

Friday, December 15th, 2006

    Alhamdulillah sekarang kehamilan sudah memasuki minggu ke 38. Jadi Insya Allah baby-nya juga udah makin mateng. Dag dig dug juga sih menghadapi due date. Tapi kadang agak gak enak juga yah waktu seorang Ibu temennya Adna di TK  nanya "Lho kok masih hamil aja?"….doi mungkin udah bosen kali ya ngeliat daku kok perutnya gak kempes-kempes. Padahal menurut dia kan udah lama gak ketemu, pas ketemu kok perutnya masih besar mulu.

    Memasuki tahap ‘Menghitung Hari’ ini memang diwarnai dengan perut yang sering sekali tiba-tiba mengeras dan rasanya nyeri sekali. Meski Ibuku menyarankan untuk sering-sering jalan supaya nantinya bisa melahirkan dengan lancar, tapi yah kayaknya belum masksimal sih. Alasannya? apalagi kalau bukan karena cuaca nan dingin. Waduh kayaknya kalau jalan lama-lama di taman bisa masuk angin dan bengek lagi nih. Dan akhirnya diputuskan untuk jalan-jalan di Mal. Tapi yah kalau keseringan bukan baby-nya yang turun eh malah isi dompet nih…hehehhe.

    Sebetulnya kaki oke-oke aja sih jalan-jalan kemana-mana, tapi berhubung kandung kemih udah kehimpit baby dengan kerasnya jadi kalau jalan-jalan jauh sedikit bawaannya mau pipis mulu. Nah kalau gak nemu toilet wah sakit banget. Makanya kadang daripada ditahan katanya bisa menimbulkan infeski, terpaksa pipis di Toilet-toilet umum di stasiun Kereta Bawah tanah yang tentu saja seringnya jorok banget.

      Tapi ada untungnya sedang hamil besar, orang-orang di sekitar jadi lebih baik. Pernah waktu lagi ke toko baju H&M tiba-tiba aku kebelet pipis terus nanya toilet ke  mbak-mbak cleaning service. Tadinya dia bilang kalau di tokonya itu gak ada tolet, kalau mau pipis pergi aja ke toko lain. Eh tapi demi ngeliat perut gede gini, akhirnya dia gak tega kali ya terus aku diantar ke toilet karyawan toko. Wah lega juga.

      Terus waktu ke toko lain, pas mau bayar karena tasnya terlalu kecil jadi pas mau ambil dompet HP juga ikut keluar dan jatuh berhamburan. Tutupnya kebuka dan cardnya gelinding. Eh si KAsir langsung memungutinya dan langsung tanpa ba bi bu memasang semua pernak-pernik HP yang berhamburan tadi. Aku sempet gak enak juga dengan yang antri di belakang. Meski aku bilang klo aku bisa ngerjain sendiri, tapi sang KAsir menolak dan memperbaiki HP-ku hingga betul.

      Terus juga waktu belanja ke supermarket sayuran. Seharusnya sayur itu ditimbang dulu sebelum sampai kasir. Tapi berhubung gak tahu, pas sampe KAsir si Ibu Kasir tanpa ngomel-ngomel langsung pergi sendiri ke tempat timbangan dengan membawa buah/sayuran tadi. Ketika aku minta maaf, beliau bilang gak apa-apa. Padahal klo kondisi normal pasti kita disuruh pergi lagi ke tempat timbangan untuk menimbang dan menempeli dengan harga yang sesuai.

       Nah ya…. mohon doanya bagi temen-temen semua agar saya bisa melahirkan dengan lancar dan mudah….dan Semoga saya dan bayi saya sehat-sehat. Amin ya Robbal ‘alamiinn.