Dayly activity
Ketika kami menginjakkan kaki di China kebetulan bertepatan dengan tahun baru China (Imlek, Lunar year). Jadi banyak instansi-instansi yang tutup. Kayak sekolah Adna pun libur selama 2 minggu. Kantor-kantor juga seminggu pertama off dan minggu kedua baru memulai aktifitas. Tapi bagi kami cukup menguntungkan karena waktu ini adalah jeda untuk beradaptasi dan sedikit ‘break’ dari kerepotan akibat pindahan.
Tahun baru China ternyata lumayan meriah. Bayangkan saja seminggu lebih bunyi petasan dan kembang api dimana-mana. Wah semangat bener ya mereka ngerayain tahun barunya. Karena didorong kebutuhan pokok untuk makan, maka aktivitas pertama kita ke luar rumah adalah belanja. Wah sudah 4 tempat perbelanjaan kita datangi. Tujuannya yah selain perbandingan juga untuk mempelajari gaya-gaya di setiap perbelanjaan itu.
Pertama yang kita datangi adalah Metro. Hmm..dari namanya kayaknya udah rada familiar yah dengan di jerman.Metro di sini ternyata bagaikan Makro di Indonesia. JAdi mereka menjual barang-barang dengan volume besar-besar. Kayak bawang putih aja masak per-2 kg-an. Wah dikata kita mau buat ngusir vampir apa..segitu banyak…!. Minyak goreng juga paling kecil 5 ltr. Tapi banyak juga lho barang-barang yang kita bisa temui di jerman. Kayak sabun cuci Persil, Klare bruehe ,Jaeger Sosse (ini bahkan masih dalam tulisan latin berbahasa jerman), sabun cuci piring Pril, terus produk-produk reinigung. Yah kita beli kebutuhan-kebutuhan pokok dulu. Kayak beras (berasnya disini bulet-bulet besar, kayak beras untuk sushi), sabun-sabun, susu,cemilan,dll.
Tapi baru beberapa hari, susu sudah mulai habis,cemilan, roti juga habis. Wah karena Metro tergolong jauh kita cari toko terdekat yang lain, Auchan. Nah ini Walmart-nya China. SEmua kebutuhan hidup dari A-Z ada dan tempatnya di area yang luas banget, jadi semua barang di 1 lantai. Wah model perbelanjaan kayak begini sering bikin aku pusing. Dan orang yang datang buannyaaakkkk banget. Tumplek plek, tiap hari kayak begitu.
Lagi-lagi kita belanja juga gak sekalian banyak. Padahal pusat-pusat perbelanjaan itu letaknya gak dekat dan biasanya karena bawa anak-anak kita naik taksi. Entahlanh mindsetku kayaknya masih belum beradaptasi. Seolah-olah aku masih belanja di Penny Markt deket rumah. Yang sewaktu-waktu klo susu atau roti abis tinggal jalan kaki.
Pusat perbelanjaan ketiga yang disebut neighbourhood center, ini mah kayak PEP di Neuperlach Zentrum tapi jauh lebih kecil. Supermarketnya juga seperti Tengelmann. Tapi ada toko-toko lain dari mulai toko permen, bakery, Studio foto,dll.
Yah secara umum kalau yang namanya belanja mah dimana-mana yah sama. Dari segi harga memang lebih murah dari di jerman, tapi itu pun gak semua. Harga susu fresh milk hampir sama, demikian pula harga pampers. Dan kalaupun makanan lebih murah juga hanya lebih murah 60-70% saja dengan di jerman. Jadi seperti belanja di supermarket-supermarket di Jakarta. Tapi untungnya disini aku bisa nemuin apel favoritku si red delicious Washinggton Apple. Dan roti-roti dibakery-nya hmmm wuenakkk…yang empuk-empuk gitu.
Selain belanja belanji kita juga nyoba makan di luar. Alhamdulillah untungnya kita nemuin restaurant Muslim. Terus pernah juga nyoba di KFC, ternyata ada produk-produk fish-nya. Nyoba juga nongkrong di starbucks coffe dan restaurant Mexico. Enaknya kalau ke restaurant Amerika atau eropa sistem penghangatnya bagus. Begitu masuk langsung hawa angetnya mantap. Sayangnya memang mereka pasang tarif-nya sama juga euy dengan di jerman. Kayak segelas cklat hangat di starbuck harganya 24 Yuan (2,4 euro) atau kopinya 32 Yuan.
February 19th, 2008 at 10:48 pm
Assalamualaikum Nuri, alhamdulillah seneng denger kabarnya dari Cina. Terakhir denger kabar dari kak Echa kalo Nano mau pindah ke Cina. Waktu itu kita baru pulang dari Beijing. Baca cerita Nuri ttg di Cina aku ngerasain deh gimana home sick nya.. Yg paling parah sih bahasanya ya,, dimana2 jarang yg bisa bahasa inggris. Supir taksi apalagi, gimana mereka tau mau nganterin kita kemana. Dulu sih kita pengalamannya itu waktu di CIna, gak bisa pulang ke hotel gara2 gak ada supir yg mau nganterin :(.. Tapi insyaallah lah, mudah2an betah ya disana. Dimanapun keluarga, disana feel home :). Salam sayang buat Adna dan Adam ya.
Almy