Menginjakkan kaki di China

         Tanggal 4 Februari tengah malam, kami sampai di kompleks apartemen Landmark Skylight (Hu zoe an). Untung saja ada beberapa satpam yang  masih berjaga-jaga. Merekalah yang membantu menarik koper dari taxi sampai depan pintu apartemen. Meski dari tempat turunnya taxi apartemen kami tidak jauh, tapi jalan setapaknya tertutup salju. Hanya sebagian kecil yang dibersihkan. Cukup repot jika harus bolak balik narik koper sendirian. Gak nyangka memang ternyata salju di China cukup tebal. Udara pun dingin sekali entah minus berapa.
           Sampai dalam apartemen pun teryata dinginnnya gak banyak berubah. Di ruang tamu ada heater besar. Tapi jangan dibayangkan heizung di jerman. Ini hanya sebuah heater kecil yang menghangatkan ruangan dengan menghembuskan angin hangat. Begitu juga di tiap ruangan ada AC yang bisa distel temperaturnya. Tapi sayangnya dengan sistem pemanas seperti itu hanya 50 cm dari alat itu saja yang hangat selebihnya duiinnnginnnn. Waktu itu suhu dalam rumah 7 C. Bener-bener kayak kulkas. Mana perut kroncongan karena seharian belum makan. Ke dapur nyoba nyalain kompor sulit. Air di kran juga seperti air es dan tentu saja tidak layak minum.   Satu-satunya yang berfungsi adalah microwave.
             Walhasil kami masak nasi dengan microwave itu. Untungnya bawa Abon, Kering Tempe Terik, cukuplah untuk jadi lauk mengganjal perut. Apartemen ini lumayan bergaya modern. Lantainya kemilau yang bagiku memantulkan  susahnya merawat itu semua. Ukurannya 178 meter persegi termasuk ballkon. Satu ruang tamu besar dengan sofa, TV set dan meja makan lengkap. Kamar tidur ada 2 buah dengan kamar tidur utamanya dilengkapi kamar mandi. 1 Kamar kerja, dapur dan kamar mandi lagi. Di dapurnya juga dilengkapi dengan kompor gas, sterilisator alat makan, mesin cuci piring, dan mesin cuci baju. Perabot rumah tangga seperti sofa, dining table, tempat tidur sepertinya bagus dan dari material berkualitas lumayan.
              Lingkungan sekitar juga berbeda sekali dengan di jerman. Sepanjang jalan kami lihat gedung-gedung apartemen yang tinggi-tinggi dan bergaya modern. Cukup pusing juga melihat gedung tinggi yang begitu banyak. Yah inilah china, penduduknya padat sekali. Gedung-gedung apartemennya membentuk coloni-coloni yang biasanya masing-masing memilki kekhasan gaya arsitektur. Tiap coloni apartemen itu ada namanya seperti Landmark, Horizont Resort, Four Seasons,dll.
               Sepintas kota kami mirip dengan Singapur. Dan ternyata memang karena region kami adalah Singapur Industrial Park (SIP), mungkin kalau di jakarta kayak Serpong gitu. Jadi region ini dulunya developer sahamnya dari Singapur dan ditata menyerupai Sinngapur. Jalan rayanya besar-besar dan bersih. Berasa di Singapur asal jangan coba-coba ke toilet umumnya. Ke toilet umum barulah sadar klo kita lagi di China.

            
            

One Response to “Menginjakkan kaki di China”

  1. Tina Says:

    jangan khawatir soal bersih2, Mbak… kan ada si Ayi, hehehe… Nikmati hidup sbg xpat, sebelum kembali ke dunia nyata, hihihihi….

Leave a Reply